SOSIOLOGI EKONOMI
Sosiologi Ekonomi
NIM : 0301.20.0005
FAKULTAS : EKONOMI ISLAM
PRODI : EKONOMI SYARIAH
MATKUL : SOSIOLOGI EKONOMI
DOSEN : DAWAMI S.SOS, M.I.KOM
Sosiologi ekonomi adalah penggabungan
dari dua kata yaitu sosiologi dan ekonomi. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan
yang mempelajari mengenai interaksi sosial yang di dalamnya masyarakat saling berkomunikasi sehingga
menghasilkan sebuah kesepakatan. Sosiologi berfokus pada interaksi manusia ,
khususnya pada pengaruh timbal balik diantaradua orang atau lebih dalam hal
perasaan, sikap, dan tindakan. Sedangkan Ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi
kebutuhannya yang tidak terbatas dengan alat pemenuh kebutuhan yang terbatas
dan menyalurkannya ke berbagai individu atau kelompok yang ada dalam suatu
masyarakat. Dan ketika membicarakan sosiologi ekonomi, maka kita akan
membicarakan tentang fenomena-fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah
masyarakat terkait tentang interaksi sosial, terkait tentang rasa kebersamaan
atau gotong royong dalam rangka menyelesaikan persoalan persoalan ekonomi,
terkait tentang kesejahteraan , kesusahan, juga kemiskinan. Sosiologi ekonomi lebih
berfokus pada kegiatan interaksi sosial yang di lakukan masyarakat baik
individu maupun kelompok sedangkan ekonomi berfokus pada cara pemenuhan
kebutuhan yang dilakukan oleh manusia yang tidak terbatas,namun memiliki sumber
daya modal yang terbatas. Ada 3 hal yg harus kita pahami terlebih dahulu
sebelum kita memahami ekonomi,,maka kita akan membicarakan tentang hal yang
terkait dengan prosuksi,hal yang terkait dengan distribusi dan hal2 yang
terkait konsumsi,karena hal-hal ini sangat penting dalam mempelajari ekonomi.
Oleh sebab itu,ketika kita mempelajari sosiologi ekonomi maka akan menjadi suatu
pemahaman dan inilah yang menjadi penting untuk mahasiswa Ekonomi terutama bagi
saya sendiri karena kajian-kajian tentang sosiologi ekonomi adalah terkait
dengan interaksi sosial dengan ekonomi dan ketika persoalan ekonomi terkait
dengan interaksi sosial maka akan muncul persoalan-persoalan dan inilah yang
akan menjadi pembahasan, kajian atau telaahan dari sosiologi ekonomi.
Ada beberapa pendapat para ahli
mengenai sosiologi salh satunya yaitu Max Weber dan Emile durkheim. Secara
umum Weber memiliki kajian yang dijadikan teori utama dalam sosiologi, yaitu
tindakan sosial. Menurut dia, tindakan sosial mengarah pada segala bentuk
tindakan yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain. Sehingga sebagai
seorang sosiolog, Weber berpendapat harus mengarah pada makna subjektif, yakni
setiap orang menafsirkan tingkah lakunya sendiri atau melampirkan perilaku
mereka sendiri. Salah satu karya Weber yang terkenal yaitu Etika Protestan dan
Semangat Kapitalisme (1905) dan Ekonomi dan Masyarakat (1920) .Dalam bukunya,
Ekonomi dan Masyarakat, Weber berpendapat bahwa penyebaran kapitalisme telah
menggarap pada rasionalisasi masyarakat.
Hal tersebut berdampak pada perkembangan kehidupan dengan penciptaan
teknologi baru. Sedangkan menurut Emile durkheim sosiologi
sebagai ilmu yang mengkaji fakta dan institusi sosial dalam berbagai tatanan
masyarakat. Dari kumpulan fakta yang terkait dengan cara berpikir dan bertindak
tersebut, durkheim meyakini adanya kekuatan untuk mengendalikan individu.
Selain sosiologi beberapa para ahli juga mengemukakan pendapat nya tentang
ekonomi yaitu Adam Smith. Menurut Adam Smith Ilmu ekonomi
merupakan ilmu sistematis yang mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya
untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai tujuan tertentu.
Setelah mengetahui pendapat para ahli mengenai sosiologi dan ekonomi, adapun pendapat
dari Max Weber mengenai Sosiologi ekonomi adalah disiplin ilmu pengetahuan yang
memfokuskan diri dalam tindakan ekonomi dalam ruang lingkup dimensi sosialnya.
Sehingga kajian yang dilakukan dalam studi sosiologi ekonomi ini adalah
hubungan manusia dan kekuasaan.
Di dalam sosiologi ekonomi juga menjelaskan
tentang pendekatan teori-teori sosiologi,diantaranya ada teori struktural
fungsional, teori struktural konflik, teori pertukaran, dan teori
interaksionisme simbolik. saya akan menjelaskan secara singkat tentang ke-empat
teori tersebut menurut pemahaman saya.
Teori
Struktur Fungsional, Teori Struktur Fungsional menganggap
stratifikasi sosial atau hierarki sebagai suatu keharusan.Setiap komunitas
bekerja dalam sistem berlapis dan semuanya bekerja sesuai dengan kebutuhan
sistem sosial. Singkatnya, layering adalah persyaratan suatu sistem.Harus
ditekankan bahwa stratifikasi tidak menyangkut seseorang yang menempati
“posisi” tertentu tetapi posisi sosial dalam suatu sistem. Setiap posisi dapat
dibandingkan dengan organ, sehingga ada hati, jantung, ginjal dan
sebagainya.Semua organ bekerja untuk memenuhi kebutuhan fungsional tubuh. Jika
posisi sosial tidak berfungsi, sistem sosial akan kacau. Komunitas mengalami
disorganisasi.
Teori
struktural Konflik, Teori struktural konflik berkembang
sebagai respons terhadap teori fungsionalisme struktural. Teori struktural
konflik memiliki tradisi Marxis.Teori ini menganggap hubungan sosial dalam
sistem sosial sebagai kepentingan yang saling bertentangan. Setiap kelompok
atau kelas memiliki minat yang berbeda.Perbedaan minat ini ada karena beberapa
alasan pertama, orang memiliki pandangan subjektif tentang dunia. Kedua,
hubungan sosial adalah hubungan yang saling mempengaruhi atau mempengaruhi
orang lain. Ketiga, dampak dari pengaruh ini adalah potensi konflik
interpersonal.Stratifikasi sosial dengan demikian mengandung hubungan yang
saling bertentangan.
Teori
Interaksionisme Simbolik, Teori interaksionisme simbolik adalah
bahwa manusia memiliki kemampuan untuk berpikir dan pemikirannya dibentuk oleh
interaksi sosial.Dalam proses interaksi, orang mempelajari makna dan simbol
yang membuatnya berbeda dari yang lain.Makna dan simbol memungkinkan orang
untuk bertindak dan berinteraksi secara berbeda, misalnya, bagaimana orang
menafsirkan kesuksesan secara berbeda, atau bahkan perbedaan linguistik yang
digunakan oleh masing-masing suku berbeda.
Terakhir ,teori pertukaranya itu
teori yang menjelaskan bagaimana cara memberi dan mendapatkan kembali hak antar
individu dalam jumlah yang sama, seperti menghargai waktu dan tenaga seorang
pekerja dengan menggaji atau dengan memberi hal yang sepadan dengan apa yang
telah ia berikan, karena pada umumnya perilaku manusia didasarkan pada
pertimbangan untung dan rugi.
Selanjutnya dalam pembelajaran sosiologi ekonomi juga
terdapat tentang moral ekonomi, keterlakatan dan tindakan ekonomi. Apa itu
moral ekonomi? Moral ekonomi adalah suatu yang menyebabkan
seseorang berperilaku,bertindak dan beraktivitas dalam kegiatan perekonomian.
Dalam sosiologi ekonomi persoalan moral ekonomi selalu menjadi topik
perbincangan yang akhir-akhir ini semakin mengemuka seiring dengan banyaknya malpraktik
dalam kegiatan ekonomi baik dalam kegiatan produksi maupun jasa. Nilai-nilai
atau ajaran moral dalam Islam
mengajarkan kepentingan bisnis yang tidak terpisahkan dari konsep
Tauhid, yang merupakan titik sentral dari ajaran Islam. Dalam ajaran Islam bagi
orang yang beriman harus ada keyakinan dan prinsip bahwa kegiatan usaha harus dilakukan berdasarkan pada nilai-nilai
yang telah ditetapkan Allah karena semua kegiatan manusia ada dalam pengawasan Allah. Adapun keterlakatan
yaitu suatu tindakan ekonomi yang disituasikan secara sosial dan melekat dalam
jaringan sosial personal yang sedang berlangsung diantara para pelaku. Jaringan
hubungan sosial adalah suatu rangkaian dari keteraturan hubungan sosial yang
sama diantara individu atau kelompok. Tindakan yang dilakukan oleh anggota
jaringan dinamakan keterlakatan yang disebabkan oleh ekspresi dalam interaksi
dengan orang lain. Keterlakatan muncul dalam sebuah kekuatan dari nilai-nilai
aspek dari budaya, seperti warisan-warisan oleh budaya.
Adapun yang terakhir yaitu tentang tindakan ekonomi,
tindakan ekonomi merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh semua manusia.
Yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia agar dapat mencapai suatu
kesejahteraan. Karena dengan tindakan ekonomi itulah manusia bisa bertahan
hidup dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Tindakan ekonomi tersebut
sudah umum dilakukan oleh semua manusia agar bisa lebih memperioritaskan
kebutuhan hidup. Tindakan ekonomi dalam kontek sosial saat ini pun, sudah berbagai
bentuk seperti menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan secara
sepihak. Dalam perspektif bisnis, prinsip ekonomi yang mewarnai setiap tindakan
ekonomi yang bertujuan memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan
pengorbanan yang serendah-rendahnya
telah menciptakan keserakahan yang terjadi secara masif dalam berbagai dimensi
kehidupan bisnis saat ini.
Sekian yang dapat saya sampaikan mengenai pemahaman
saya tentang sosiologi ekonomi...
Terima kasih
Nicee👍
BalasHapus